Pages

Jan 18, 2012

Nodame, Musik Klasik, dan Semangat

Posted by Rahmi Fitri pada 9:09 PM

Efek nonton Nodame Cantabile hasil rekomendasi dari adik sepupu yang addicted segala sesuatu berbau Jepang. 
 Ini poster Nodame the Movie-nya. Yang dorama version nggak ketemu yang bagus.:D

Nodame Cantabile ini cerita di sebuah sekolah musik di Jepang. Yang namanya sekolah musik, pasti selalu ada musik di setiap episodenya. Berikut sinopsis yang saya copas dari blog sebelah :
Shinichi Chiaki, adalah seorang pria dari keluarga terhormat yang memiliki mimpi menjadi konduktor kelas dunia. Usia 3 tahun pertama kalinya Chiaki bermain piano dan langsung jatuh cinta. Tidak hanya Piano, Chiaki juga mahir bermain biola dan menghabiskan masa kecilnya di Viena bersama kelompok orkestra dan konduktor kondang, Sebastino Viera. Chiaki menganggap sang konduktor sebagai guru yang paling berpangruh dalam hidupnya, yang membuat ia bangga sebagai murid. Karena sesuatu hal, keluarga Chiaki harus kembali ke Jepang. Di dalam pesawat Chiaki mengalami trauma hebat. Pesawat yang ditumpanginya mengalami gangguan. Walaupun selamat dari kecelakaan, Chiaki mengalami trauma yang menyebabkan ia takut naik pesawat terbang.
Chiaki harus menerima keadaan bahwa dirinya terjebak di sekolah musik di Jepang. Walau reputasi musiknya gemilang ia harus menghadapi guru piano yang sadis bernama Etto. Etto dikenal suka mengeluarkan kata-kata pedas, suka berteriak, dan memukul siswanya dengan kipas kertas. Chiaki tentu tidak terima dengan perlakuan itu, ia berniat pindah divisi ke divisi Konduktor. Namun kembali lagi jika sudah menjadi konduktor, apa yang bisa dilakukan di masa depan? Karena seorang konduktor harus bisa melebarkan sayap ke luar negeri, terutama Eropa sebagai nenek moyang musik klasik. Chiaki, mahasiswa senior di sekolah musik, dengan wajah tampan dan tubuh sempurna, latar belakang keluarga yang dihargai, bakat musik yang luar biasa, digilai para wanita, ternyata merasa tidak bisa apa-apa untuk meraih mimpinya. Semua terasa buntu. Bahkan, pacarnya pun memutuskannya, karena dianggap lemah. Saat merasa terpuruk ini, Chiaki pingsan di depan pintu flatnya. Dan seorang gadis, tetangga di sebelah kamarnya yang juga junior di divisi yang sama. Menyelamatkannya dan membawa Chiaki ke kamar si gadis.
Chiaki terbangun saat mendengar alunan piano yang lembut dna indah. Sudah lama ia tidak mendengar suara piano yang dihasilkan dari jari-jari yang menekan sempurna. Mata chiaki terbka pelan-pelan, ia sama sekali tidak mengenali ruangan dimana ia berada. Bau, banyak sampah, dan lalat dimana-mana. Seorang gadis yang sedang bermain piano, menyapanya riang. "Aku ingat kamu, Seniorku di kampus, Chiaki..hehehe"
Gadis itu bernama Nodame. Gadis jorok yang jarang membersihkan rambutnya, bersahabat dengan sampah, suka mengambil makan siang temannya, tidak suka bersih-bersih, menyimpan semua plastik dan barang di kamarnya, namun diberkahi bakat bermain piano yang luar biasa. Walau tidak mengerti tentang analisis musik, sulit membaca not, Nodame bisa bermain piano dengan mendengarkan orang lain memainkannya. Cita-citanya sederhana, ingin jadi guru TK dna menciptakan irama "Latihan kentut" bagi murid-muridnya kelak.
Chiaki yang tidak biasa dengan keadaan yang tidak higienis, langsung bangun dari pingsannya, dan membersihkan kamar Nodame. Bahkan ia juga memasak makan malam untuk mereka. Singkatnya mereka menjadi dekat, dengan hubungan yang aneh. Chiaki bensi pada Nodame namun tak kuasa menolak kehdairannya. Nodame menganggap Chiaki sebagai pacarnya bahkan calon suaminya. Di balik kebencian Chiaki, ia tidak bisa lepas dari Nodame. Ia menemukan kehidupannya lagi. Kecintaannya terhadap musik, dan semangat menggapai mimpinya. Ia menemukan caranya sendiri untuk bermain musik yang meyenangkan. Hidupnya berubah sejak bertemu Nodame.
Drama yang ditayangkan di Fuji TV ini dibintangi oleh Hiroshi Tamaki sebagai Chiaki Senpai, Ueno Juri yang berperan sebagai Noname Megumi. Drama yang diangkat dari komik karya Ninomiya Tomoko ini terbilang cukup banyak menyedot perhatian penonton karena cerita yang menggemaskan juga akting para bintangnya yang luar biasa. Pada Penghargaan Drama Televisi ke-51, Nodame Cantabile berhasil menyabet 5 penghargaan diantaranya sebagai drama terbaik, sutradara terbaik, aktris terbaik, opening drama terbaik, dan aransemen musik terbaik. Tidak hanya di Jepang, di Korea Selatan, Nodame Cantabile juga berhasil menorehkan prestasi.
Dorama ini airing tahun 2006. Dan saya baru tau di akhir 2011. Kebetulan musik yang di tampilkan di dorama ini adalah musik klasik yang dimainkan dalam bentuk orkestra. Saya tidak begitu suka musik klasik sebenernya. Suka, tapi tak begitu. Setelah nonton dorama ini, jadi enak aja denger musik klasik. Tapi baru sekedar yang ada di dorama ini aja, Beethoven, Mozart, kayaknya ada nama lain, tapi saya nggak begitu inget. Hehehe.Paling suka denger Mozart - Oboe Concerto - 1st Movement, tepat saat suara Oboe masuk. Bisa di download disini.

Noda Megumi, diperankan Ueno Juri
Saya paling suka karakter Noda Megumi. Gadis yang polos dan lugu, yang walaupun amat sangat jorok, yang kamarnya hanya di penuhi berkilo-kilo sampah, tapi punya tekad dan keinginan yang kuat. Akan terus berusaha semampunya, bahkan terkadang usahanya terlalu berlebihan, saat dia punya suatu tujuan. Seperti pada saat dia ingin menguasai beberapa karya musik klasik, saat dia ingin ikut kompetisi piano, dan lain-lain. Nggak bisa deskripsi banyak sih tentang Megumi. Tapi buat saya, dia itu, KEREN, dan semangatnya patut ditiru. :DD
*ngetik posting sambil denger orkestra Nodame  Cantabile

-Forsir semangat dan tenaga sampai muntah-

347

0 comments:

Post a Comment

 

I, My, Me, Mine, Kuchiki Nge-Craft! Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea